Rita Widyasari

Mengintip Motor Listrik Buatan PLN

Otomotif  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 02:09:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Mengintip Motor Listrik Buatan PLN

Foto/RMOL

RMOL. Sebanyak 875 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan bertenaga listrik telah tersedia di sejumlah kota besar di Indonesia. Sehingga, warga yang sudah memiliki motor listrik tidak perlu khawatir saat kendaraannya kehabisan baterai.
"Bisa di-charger di SPLU. Tarifnya, Rp 5.700 sampai baterai full," terang seorang pegawai PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Annisa Safitri di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).

Terkait teknis pembayaran, menggunakan sistem prabayar. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank, ATM, minimarket, atau lainnya. Teknisnya, dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang ada di SPLU yang akan digunakan.

"Kira-kira seperti isi ulang token listrik," tutur Annisa.

Kendaraan ramah lingkungan itu diberi nama Unit Layanan Cepat (ULC). Sekilas, dari tampilan bodi, motor yang diwarnai putih biru itu mirip motor sport keluaran produsen otomotif asal Jepang.

Untuk sekali pengisian, total kapasitas baterai litium motor sebesar 3,5 kilowatt dapat diisi selama lima jam.

"Untuk daya sebesar 3,5 kilowatt, bisa menempuh jarak 80 kilometer perjalanan dengan kecepatan maksimum 60 km per jam," urainya.

Saat mesin dinyalakan, lampu LED utama di kepala motor langsung menyala. Begitu juga dengan LED speedometer yang diberi warna hijau. Namun, tidak terdengar suara apa pun dari motor, sebagaimana motor pada umumnya.

Hanya saja, suara dari knalpot tetap terdengar saat gas motor ditarik.

"Jadi memang tidak ada suara tanda motor sudah menyala. Paling lampu LED depan dan speedometer aja yang menyala. Jenisnya matic, jadi langsung gas. Sudah ujicoba, aman, tidak masalah kalau kena hujan," jamin Annisa.

Terkait produk motor listrik yang dipasarkan ke konsumen, pihak PLN bekerjasama dengan salah satu produsen di Indonesia. Berapa harga pasarnya?

"Kalau yang dari produsen harganya Rp 16 juta, plus STNK," pungkasnya.

Motor listrik itu dipamerkan di stand PLN Disjaya yang merupakan bagian dari acara Indonesia Climate Change. Ajang tahunan ketujuh persembahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, akan berlangsung tanggal 7-10 September mendatang.

Terlepas dari itu, pihak PLN telah meluncurlan 563 SPLU di wilayah Jakarta sejak 4 Agustus 2016 lalu. Sedangkan di luar Ibu Kota, tersebar di sejumlah wilayah. Antara lain, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan beberapa kota lainnya.

Lokasi SPLU tersebut dapat ditemukan melalui layanan aplikasi Google Maps dengan kata kunci "SPLU PLN". [rus]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bus Anti Karat

Bus Anti Karat

JUM'AT, 15 SEPTEMBER 2017

Toyota Kijang & Avanza Masih Jadi Raja MPV
Agus Hermanto Tidak Tahu KPK Disurati Pimpinan DPR
Harga Melonjak, Penjualan Kendaraan Bakal Anjlok
Andal Di Segala Medan

Andal Di Segala Medan

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017

Mobil Listrik Swakemudi

Mobil Listrik Swakemudi

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017

Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Kunjungi Pengolahan Teri

Kunjungi Pengolahan Teri

, 18 SEPTEMBER 2017 , 02:28:00

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:16:00

Pembangunan Infrastruktur Kampus

Pembangunan Infrastruktur Kampus

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:02:00