Verified

Waspada Mobil Bekas Oplosan, Ini Tipsnya Agar Tidak Tertipu

Otomotif  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 10:34:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Waspada Mobil Bekas Oplosan, Ini Tipsnya Agar Tidak Tertipu

Foto: Net

RMOL. Masyarakat perlu mewaspadai peredaran mobil bekas (mokas) namun bermesin rangka mobil rongsokan. Sebagian masyarakat mengenalnya dengan istilan "Mobil Oplosan."
"Saran dari pihak kepolisian kepada masyarakat, calon pembeli agar lebih teliti mengecek nomor rangka, nomor mesin dari mokas yang akan dibeli," kata Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya (PMJ) Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8).

Antonius menyarankan, sebelum membeli mokas, konsumen harus melihat bagian bawah rangka terlebih dahulu. Khususnya, rangka sasis dan mesin. Apalagi, bagian tersebut tidak cukup jika hanya diraba dengan tangan.

"Jadi, kepada masyarakat kalau mau beli mokas, jangan lupa untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin. Kalau perlu dibuka, karena ada potongan yang menunjukan plat besi nomor rangka mobil. Untuk nomor mesin itu di bagian bloknya," terang Antonius.

Menurut Antonius, meski pun terkesan sepele, calon konsumen kerap tertipu ratusan juta rupiah karena tidak melakukan pengecekan.

Selain itu, konsumen juga diimbau agar dapat lebih jeli saat mengecek kondisi nomor rangka dan nomor mesin. Pasalnya, salah satu ciri rangka mokas oplosan, terdapat bekas pengelasan.

"Artinya, jangan dibeli. Karena itu adalah nomor rangka bekas dari bangkai (rongsokan mobil). Jadi kepada masyarakat, kalau mau beli mokas, jangan lupa untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin," tutupnya," imbaunya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar melaporkan setiap temuan yang ada di lapangan. Termasuk, jika melihat praktek oplosan mokas di lingkungan sekitar.

"Tolong laporkan kepada pihak kepolisian, agar kami lakukan penangkapan," pungkasnya.

Sebelumnya, komplotan pemalsuan dan pencurian identitas kendaraan roda empat berhasil dibongkar kepolisian. Mereka adalah HFF (39), UTG (42), MHFF (34) dan SGT (38).

Tak main-main, kriminal yang bernama kelompok "Tegal"ni bisa meraup keuntungan hingga miliiaran rupiah selama mereka beraksi.

Modusnya saat beraksinya, para komplotan itu mencuri mobil yang biasa terparkir dipinggir jalan atau yang di dalam rumah.

Setelah itu, mobil hasil curian dikirimkan kelompok penadah yang dikomandoi HFF dan  UTG. Mereka memiliki peran masing-masing diantaranya MHFF yang berperan sebagai bagian perbaiki kunci kontak mobil.

Setelah mobil berada ditangan pelaku, GPS langsung dihapus untuk meninggalkan jejak. Sementara, kunci kontak sudah diperbaiki oleh HFF.

Begitu kendaraan hasil curian tersebut diganti dengan nomor rangka dan blok mesin mokas kecelakaan, kendaraan tersebut dijual dengan menggunakan surat resmi dengan harga sesuai pasaran melalui bantuan perantara. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
50%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
50%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Secepat Jet Tempur

Secepat Jet Tempur

KAMIS, 12 OKTOBER 2017

Lebih Mahal Dari Avanza

Lebih Mahal Dari Avanza

SENIN, 02 OKTOBER 2017

Nasdem: Komunisme Di Indonesia Tak Pernah Mati
Bus Anti Karat

Bus Anti Karat

JUM'AT, 15 SEPTEMBER 2017

Toyota Kijang & Avanza Masih Jadi Raja MPV
Agus Hermanto Tidak Tahu KPK Disurati Pimpinan DPR
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Persiapan Pertemuan IMF-WB

Persiapan Pertemuan IMF-WB

, 20 OKTOBER 2017 , 02:09:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

JK Mendarat Di Turki

JK Mendarat Di Turki

, 20 OKTOBER 2017 , 04:30:00

Luhut Binsar Pandjaitan:  Kalian Ini Apa Sih Perlunya, Kok Kita Ditubruk-tubrukin, Mau Setop, Silakan
Wakil Ketua MPR: Gubernur Itu Kerjanya Bukan Jalan Berdua Naik Motor
Luhut Vs Sandi Siapa Menang?

Luhut Vs Sandi Siapa Menang?

Politik19 Oktober 2017 10:03

Rakyat Semakin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Semakin Susah Dipimpin Jokowi

Politik19 Oktober 2017 19:32

"Ular-Ular Kobra" Di Seputar Istana Kepresidenan

Catatan Tengah20 Oktober 2017 15:29

Anies Butuh Ngopi Bareng Ketua DPRD

Anies Butuh Ngopi Bareng Ketua DPRD

Nusantara21 Oktober 2017 04:04

Sepakat Diundur

Sepakat Diundur

foto21 Oktober 2017 03:45

Pembentukan Densus Tipikor Tidak Melanggar UU
Fadli Zon: Rapor 3 Tahun Jokowi-JK Merah

Fadli Zon: Rapor 3 Tahun Jokowi-JK Merah

Politik21 Oktober 2017 03:05

Tolak Perppu Ormas, Gerindra Kompori Parpol Koalisi Pemerintah