Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
verified RMOL Dewan Pers

Ford Dituding Mainkan Pajak Mobil Mewah

Otomotif  KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 , 10:06:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ford Dituding Mainkan Pajak Mobil Mewah

Ford Everest/Net

RMOL. Pemerintah diminta un­tuk menelusuri dugaan per­mainan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang dilakukan Ford Mo­tor Indonesia (FMI) untuk produk Everest. Sebab, jika benar hal itu dilakukan Ford, negara sangat dirugikan.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analy­sis (CITA) Yustinus Pras­towo mengatakan, pemerintah harus meminta penjelasan Ford terkait dugaan permainan pajak tersebut.

"Modus ini sangat mungkin dilakukan karena di sini ada manipulasi spesifikasi untuk menghindari PPnBM. Tapi perlu diteliti lebih lanjut," ujar Yustinus, kemarin.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar kabar hengkang­nya Ford secara tergesa-gesa dari Indonesia diduga tak lepas dari persoalan PPnBM mobil Ford Everest. Salah satu modus dugaan Ford me­nyiasati pajak adalah dengan mengubah spesifikasi dan memodifikasi Ford Everest dari 7 seat menjadi 10 seat ke RMA Group Thailand.

Dengan perubahan spesi­fikasi itu, PPnBM yang harus dibayarkan Ford untuk mobil Everest lebih murah karena hanya 10 persen dari harga mobil. Namun, jika tetap menggunakan spesifikasi 7 seat PPnBM-nya mencapai 40 persen.

Kepala Sub Direktorat Ko­munikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Denny Surjantoro sebelumnya menegaskan bakal melanjutkan dan mengecek in­formasi tersebut.

"Kami coba telaah terlebih dahulu seperti apa, karena be­lum dapat info detilnya seperti apa," tegas Denny.

Yustinus menambahkan, modus perubahan spesifikasi umumnya dilakukan melalui manipulasi dokumen impor­tasi barang. Jika dugaan itu terbukti, Ford bisa dijerat se­cara hukum karena dianggap telah melakukan pidana perpa­jakan lantaran menyampaikan informasi yang tidak benar sehingga merugikan negara.

Communication Director PT Ford Motor Indonesia (FMI) Lea Kartika Indra me­negaskan, pihak Ford patuh terhadap peraturan dan kebi­jakan pemerintah Indonesia. Termasuk persyaratan masuk bea cukai dan kewajiban pa­jak impor produk kendaraan mereka.

"Kepatuhan ini didasarkan pada izin resmi dari pemerintah Indonesia untuk setiap pro­gram kendaraan kami sebelum impor dan penjualan domestik kendaraan tersebut dilaku­kan," tukasnya. ***

Komentar Pembaca
Mobil Hemat Energi Tim Sadewa UI Raih Juara 1 Asia
Segar & Sporty

Segar & Sporty

SENIN, 20 MARET 2017

Mobil Kabin Ganda Murah

Mobil Kabin Ganda Murah

JUM'AT, 17 MARET 2017

Tampil Lebih Agresif

Tampil Lebih Agresif

RABU, 08 MARET 2017

Menteri Airlangga Khawatir Investasi Otomotif Terganggu
Motor Petualang

Motor Petualang

SENIN, 20 FEBRUARI 2017

Kemenko Kemaritiman Ingin Implementasikan Jalan Raya Plastik
Kemenhub: Roda Dua Bukan Angkutan Umum Dalam UU
Tumpengan GMNI

Tumpengan GMNI

, 24 MARET 2017 , 02:42:00

Baret Kokam Untuk Ketua WP KPK

Baret Kokam Untuk Ketua WP KPK

, 24 MARET 2017 , 21:47:00

Kuota Haji Naik

Kuota Haji Naik

, 24 MARET 2017 , 01:43:00