Hanura

Produsen Berlomba Luncurkan Produk Baru, Pasar MPV Kembali Menggeliat

 SENIN, 28 MARET 2016 , 19:40:00 WIB | LAPORAN: ADIT WAHYUDIANTO

Produsen Berlomba Luncurkan Produk Baru, Pasar MPV Kembali Menggeliat
RMOL. Pasar otomotif nasional mulai bergerak dan menggeliat lagi. Hal tersebut setidaknya terlihat dari pertumbuhan pasar yang signifikan dalam dua bulan pertama 2016 ini. Di segmen retail sales, penjualan mobil penumpang mencatat lonjakan kenaikan sebesar 11,6 persen. Dari 117.515 unit pada Januari-Februari 2015 menjadi 131.140 unit pada periode yang sama pada 2016.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan segmen multi purpose vehicle (MPV) masih merupakan pasar terbesar. Selama kurun waktu tersebut, angka penjualan retail segmen ini mencapai 61.445 unit.

Meski merupakan segmen yang menguasai mayoritas pasar otomotif nasional, jumlah pemain di segmen ini juga tidak sedikit. Selain nama-nama besar yang sudah eksis seperti Toyota, Daihatsu, Honda, dan Mitsubishi, segmen ini juga jadi tumpuan Suzuki, Mazda, dan beberapa merek Eropa serta Amerika Serikat. Bukan tidak mungkin dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan, konsumen kembali akan dijejali banyak pilihan line-up MPV terbaru.

Pengamat Otomotif Suhari Sargo dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa kendaraan MPV masih akan jadi tren. Pasalnya, karateristik dan perilaku hidup orang Indonesia yang memanfaatkan mobil tidak hanya sebagai kendaraan pribadi.
Menurut Suhari, umumnya orang Indonesia pada akhir pekan memanfaatkan mobil untuk sarana angkutan keluarga besar. Selain itu, mobil MPV juga bisa dimanfaatkan untuk sarana usaha dan membawa barang dagangan.

Apalagi dengan komitmen yang telah disepakati bersama SAIC Motor Corporation Ltd, Guangxi Motor Corporation, serta General Motor untuk meramaikan pasar otomotif nasional. Pemain baru asal negeri Tirai Bambu menyatakan serius untuk memulai mengembangkan produk MPV dari China mulai 2017 dengan nama Wuling yang akan diproduksi di Indonesia. Hal itu menunjukkan pasar otomotif nasional di segmen MPV memang masih sangat menarik untuk digarap.

"Manisnya kue pasar di segmen ini telah mengundang pemain baru untuk mencicipinya. Dan merupakan sesuatu yang mustahil jika para pemain lama tidak bereaksi, kecuali memang mereka tidak sanggup lagi bertarung memperebutkan kue tersebut," ujar Suhari.

Segmen pasar otomotif  harus diakui semakin berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi saat ini. Upaya produsen otomotif dalam menghadirkan line-up baru ke depan bukan tidak mungkin akan mengikuti selera dan kondisi yang terjadi di pasar.

Artinya, produk-produk MPV yang akan hadir nantinya sangat mungkin berbeda dengan produk-produk sebelumnya. Untuk MPV misalnya, meski fungsi multi aktivitas dengan kapasitas tujuh penumpang masih dibutuhkan, namun kebutuhan konsumen akan kemajuan teknologi kian meningkat.

Pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup telah mendorong konsumen menuntut sarana mobilitas yang makin canggih, terutama di kawasan kota-kota besar. Konsumen di perkotaan sekarang tidak hanya mementingkan fungsi multi aktivitas semata yang sudah melekat erat pada MPV, namun juga menginginkan nilai tambah lain untuk bisa memenuhi  kebutuhan mereka sebagai kaum urban yang memiliki aktivitas dinamis.

Kenyamanan adalah harga yang tidak bisa ditawar dari kehadiran sebuah MPV yang ideal untuk mendukung mobilitas masyarakat urban yang akrab dengan kepadatan dan kebisingan lalu lintas saat berkendara.

Oleh karena itu style sebuah MPV perkotaan yang menggunakan sistem transmisi otomatis, penggunaan pintu geser (sliding door), kelengkapan fitur peredam kebisingan yang mumpuni, hingga fleksibilitas untuk mengangkut barang, diprediksi akan menjadi tren MPV di masa mendatang.

Selain kenyamanan, produsen mobil juga dituntut memahami kondisi konsumen yang semakin selektif memilih kendaraan. Kesadaran masyarakat urban perkotaan akan keamanan dan keselamatan berkendara semakin meningkat, sehingga kehadiran MPV dengan fitur-fitur keselamatan berkendara makin dilirik.

Sebagai mobil serba guna yang mumpuni untuk perjalanan ke luar kota dan kadang medan jalan pegunungan yang menanjak, fitur keamanan pelengkap seperti Hill Start Assist (HSA) yang berfungsi menahan mobil agar tidak meluncur mundur saat berhenti di tanjakan wajib dipenuhi.

Apalagi produsen mobil saat ini telah bersepakat untuk menghadirkan mesin kendaraan berteknologi ramah lingkungan, sehingga semakin efisien dalam penggunaan bahan bakar (fuel efficiency).

Oleh karena itu, keseriusan APM untuk menghadirkan MPV dengan fitur lengkap, yang didukung dengan teknologi canggih dan modern untuk kenyamanan dan keselamatan, serta efisiensi dalam konsumsi bahan bakar, akan sangat mendukung keberhasilan mereka merengkuh pasar. [did]

Komentar Pembaca
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00